Showing posts with label Music. Show all posts
Showing posts with label Music. Show all posts

Wednesday, January 30, 2013

Biografi Ariel

You’ll Never Walk Alone - Nazril Irham atau lebih dikenal dengan panggilan Ariel atau Ariel NOAH adalah seorang vokalis grup musik fenomenal, Peterpan yang kini berganti nama menjadi NOAH. Ariel lahir di Pangkalan Brandan, Langkat, Sumatera Utara , 16 September 1981. Ariel adalah anak bungsu dari 3 bersaudara darisuku Melayu. Ariel juga tercatat sebagai mahasiswa jurusan Arsitektur Universitas Parahyangan

Ayah Ariel adalah seorang pegawai lapangan di perusahaan minyak Pertamina. Sementara ibunya adalah ibu rumah tangga biasa. Karena berprofesi sebagai pegawai lapangan, sang ayah bekerja di lokasi yang berpindah-pindah. Tinggal di Pangkalan Brandan beberapa bulan, Ariel kecil dan keluarga harus pindah ke Kota Langsa, sebuah kota yang ada di Nangroe Aceh Darussalam. Setelah tinggal di sana selama tujuh tahun, Ariel sekeluarga lantas pindah ke Bandung. Sebuah kota yang udah dianggap Ariel sebagai rumahnya sendiri.

Sejak kecil Ariel telah memperlihatkan bakat besar di bidang seni, tapi bukan di bidang menyanyi. Bakat seni yang terlihat dari Ariel justru di bidang menggambar. Dia sempat menjuarai beberapa perlombaan menggambar di Bandung.

Gara-gara hobi menggambar, Ariel sempet bercita-cita jadi arsitek. Tapi, di tengah perjalanan hidupnya, ia menemukan satu hobi baru yang diminatinya, yaitu bermain musik. Dari sinilah Ariel kemudian meniti karier.

Sejak kelas I SMP, Ariel telah intens membentuk grup musik band. Band pertama yang dibentuknya bernama Peppermint. Sayang, nasib nih band ini hanya bertahan tujuh bulan.
Lantas, Ariel membuat band lagi bernama Sliver, Cholesterol dan Topi. Lagi-lagi, semuanya bubar di tengah jalan. Tapi, band yang disebut terakhir lumayan berjasa buat kariernya. Beberapa orang yang tergabung di Topi –termasuk Ariel-, sepakat membentuk band baru. Sebuah band yang diberi nama Peterpan dan bertahan sampai sekarang.

Bersama Peterpan, Ariel berupaya menembus kafe-kafe top di Bandung. Penampilan Peterpan yang atraktif plus vokal Ariel yang berkarakter diam-diam menarik minat Noey –eks basis Java Jive yang belakangan jadi produser- untuk memasukkan lagu mereka dalam album kompilasi Kisah 2002 Malam. Lagu Mimpi Yang Sempurna yang termuat di album kompilasi itu sukses jadi modal buat Peterpan untuk menembus industri rekaman.

Tahun 2003, Peterpan merilis album Taman Langit. Album ini ternyata meledak. Harus diakui, salah satu faktor yang mendukung larisnya album ini adalah vokal Ariel dan kemampuannya mengolah lirik. Lirik-lirik yang dibuat pengagum Kahlil Gibran ini amat dalam. Mampu menyentuh dasar hati pendengar lagu-lagunya.

Wajar jika nama Ariel semakin melambung. Posisinya sebagai frontman memungkinkannya menjelma jadi idola baru. Puncaknya, saat album Bintang di Surga dirilis pertengahan 2004 lalu, yang menghasilkan penjualan album terbanyak sepanjang sejarah musik Indonesia, yaitu 3 juta keping. Ariel benar-benar jadi pujaan pencinta musik Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Selain berkarier di dunia musik, Ariel pernah menjadi bintang iklan. Ia menjadi model iklan Sunsilk bersama model Amy Lee. Selain itu, Ariel pun menjadi bintang film dalam film populer Sang Pemimpi. Ariel memerankan tokoh Arai, seorang pemuda yang tak pernah berhenti bermimpi.

Baca juga semua info tentang NOAH disini

Sunday, January 13, 2013

NOAH Tetap Jalan Meski Tanpa David


You’ll Never Walk Alone – NOAH tetap menjalani aktivitasnya meskipun tanpa kehadiran David yang beberapa waktu dikabarkan sudah pulang dari Singapura setelah menjalani perawatan disana. Sang keyboardist yang dikabarkan sedang bermasalah dengan empedunya ini, terpaksa harus istirahat selama beberapa waktu karena masih dalam tahap penyembuhan.

“Memang begitu ya, mau apa lagi, kami cuma mau tetap lengkap. Meskienggak  ada David, dia tetap bagian dari kami,” ujar Ariel seperti dikutip dari Sidomi News.

David adalah personel termuda di grup NOAH. Musisi 31 tahun bernama lengkap David Dorfel Albert ini sebenarnya sudah akrab dengan Peterpan sejak akhir tahun 2006 atau saat Ariel dkk sedang mempopulerkan album Hari Yang Cerah. David sendiri, resmi diangkat sebagai personel tetap NOAH pada tahun 2008.

Peran David di NOAH tak hanya sebagai pemain keyboard atau piano. Lelaki berkacamata yang mengenal musik sejak kecil ini juga piawai menciptakan lagu. Salah satu tembang karya David adalah hits pertama NOAH yang berjudul Separuh Akudan lagu lainnya yang berjudul Tak Lagi Sama.

Monday, January 7, 2013

Jadwal Konser NOAH di 25 Kota 2012-2013


You'll Never Walk Alone - Bagaimana kabarmu hari ini? Semoga baik-baik saja. Kali ini Saya akan membagikan Jadwal Konser Noah di 25 Kota 2012 - 2013. Sahabat NOAH pasti sudah menunggu-nunggu kehadiran Ariel dan kawan-kawan di Kota tempat tinggal kalian kan?. Nah, berikut ini adalah jadwal lengkap Konser NOAH di 25 Kota 2012 - 2013

Jadwal Konser Noah di 25 Kota 2012 - 2013

TANGGAL
TEMPAT KONSER
WILAYAH KONSER
30/11/2012
Stadion Panunjung Tarung
Kapuas
02/12/2012
Stadion Sanaman Mantikei
Palangkaraya
05/12/2012
Stadion Gawalise Duyu
Palu
06/12/2012
Pantai Akkarena, Tanjung Bunga
Makassar
06/12/2012
Lap. Koni Sario Manado
Manado
09/12/2012
Lap. 23 Januari Talaga
Gorontalo
16/01/2013
Lap. Kuncup
Pringsewu
18/01/2013
Lap. Saburai
Bandar Lampung
19/01/2013
Lap. Puri Jaya
Tangerang
20/01/2013
Harapan Indah
Bekasi
23/01/2013
Lanud
Tasikmalaya
24/01/2013
Kodim
Sukabumi
27/01/2013
Yon Bekang
Bogor
30/01/2013
Stadion Joyokusumo
Pati
31/01/2013
Stadion Kamal Junaidi
Jepara
02/02/2013
Alun-alun Utara
Solo
03/02/2013
Stadion Kridosono
Yogyakarta
06/02/2013
Dor Delta Sidoarjo
Sidoarjo
07/02/2013
Lap. Batalyon
Madiun
09/02/2013
Lap. Gumul
Kediri
10/02/2013
Lap. Belanegara
Malang
15/02/2013
Sempaja
Samarinda
17/02/2013
Lanud
Balikpapan


Terima kasih sudah membaca artikel tentang Jadwal Konser NOAH di 25 Kota 2012-2013. Mohon maaf bila banyak terdapat kesalahan. Semoga bermanfaat.

Sunday, January 6, 2013

Penghargaan Yang Pernah Diraih NOAH


You’ll Never Walk Alone – Bagaimana kabarmu hari ini? Semoga baik-baik saja. Kali ini Saya akan berbagi informasi tentang Penghargaan Yang Pernah Diraih NOAH. Penghargaan musik adalah sebagai wujud apresiasi kepada insan musik tertentu yang telah berkarya menelurkan sebuah karya musiK. Beberapa penghargaan baik nasional maupun internasional pernah diterima Ariel, Uki, Lukman, Reza dan David, sejak bernama Peterpan hingga NOAH.  Nah, berikut ini adalah penghargaan-penghargaan yang pernah diraih NOAH.

Tahun 2002
Rookie of the Year 2002 versi Majalah Hai Tahun 2004
·         Grup Pendatang Baru Ter-Ngetop SCTV Music Award
·         Rekor MURI – Konser Maraton 6 Kota 24 Jam – 18 Juli 2004

Tahun 2005
·         Best Favorite – Artis Indonesia MTV Asia Award – Februari 2005
·         Album Pop Group Ngetop SCTV Music Award – Mei 2005
·         Lagu Paling Ngetop, SCTV Music Award – Mei 2005
·         Band Paling Ngetop di SCTV Award – Agustus 2005
·         Penjualan Album Terbaik Sepanjang Tahun, MTV Music Award – September 2005
·         Grafis desain album terbaik Bintang di Surga AMI Awards 2005 – November 2005

Tahun 2006
·         Best Favorite – Artis Indonesia MTV Asia Award – April 2006
·         Album Pop Group Ngetop SCTV Music Award – Mei 2006
·         Video of The Year: Bintang di Surga, MTV Indonesia Award (Peterpan)

Tahun 2007
·         Best Contribution Award, from Korea

Tahun 2009
·         Video Klip TerDahsyat “Walau Habis Terang”, Dahsyatnya Award – April 2009
·         Band TerDahsyat, Dahsyatnya Award – April 2009
·         Lagu Terbaik versi majalah Rolling Stone dengan lagu “Kukatakan Dengan Indah”
·         Band Terfavorit, Indonesia Kids Choice Awards
·         Peterpan “Most Inspiring Artist”, MTV Indonesia 25 November 2009

Tahun 2010
·         Ariel Peterpan, Penyanyi Terbaik versi Rolling Stone

Tahun 2011
·         Ariel Peterpan, “The Talk Of The Nation”, versi Rolling Stone

Tahun 2012 
·         NOAH  – Rekor MURI Konser 5 Negara Dalam 1 Hari
·         NOAH - Band of The Year di Yahoo! OMG Awards 2012
·         NOAH - Band Paling Ngetop di SCTV Award 2012
·         Ariel NOAH - Sexiest Male Celebrity 2012

  Tahun 2013


·         NOAH - 100% Band Ajib di 100% Ampuh Awards
·         Separuh Aku - 100% Lagu Membahana di 100% Ampuh Awards
·         Ariel - Selebriti Pria Paling Memikat di Infotainment Awards
·         NOAH - Penampilan Selebriti Paling Ditunggu di Infotainment Awards
·         Konser 2 Benua 5 Negara - Peristiwa Dunia Hiburan Paling Fenomenal di Infotainment Awards


Terima kasih banyak sudah membaca artikel tentang Penghargaan Yang 
Pernah Diraih NOAH. Mohon maaf bila banyak terdapat kekurangan atau 
kesalahan. Semoga bermanfaat.

Baca semua info tentang NOAH disini

Wednesday, January 2, 2013

NOAH Akan Tampil di Hong Kong, Taiwan & Korea Tahun Ini


You’ll Never Walk Alone - Pengamat musik yang juga promotor musik Andalan Entertainment, Bens Leo akan memboyong NOAH tampil di tiga negara di Asia, yakni Hong Kong, Taiwan, dan Korea Selatan.

NOAH akan tampil menghibur warga Indonesia yang ada di sana. Bens mengaku sulit untuk menentukan jadwal NOAH untuk tampil karena sepanjang tahun 2013 ini sudah terjadwal.

"NOAH sudah terjadwal sampai akhir 2013. Saya di Andalan Entertainment bersama Mbak lala akan membawa Noah tampil di Hong Kong, Taiwan, dan Korea," kata Bens saat berbincang denganOkezone, baru-baru ini.

Bens memberikan waktu antara 21 Maret hingga awal April 2013 Noah tampil di tiga negara itu.

Band yang dianggotai Ariel, Uki, Lukman, Reza, dan David (baca juga: Profil Personil NOAH) ini mengeruk keuntungan besar di malam pergantian tahun 2012 ke 2013. Bens memprediksi sekira Rp500 juta masuk ke kantong manajemen yang menaungi Ariel cs ini.



Tuesday, January 1, 2013

Album NOAH "Seperti Seharusnya" Terjual Lebih Dari 1 Juta Copy


You’ll Never Walk Alone – Album Noah (baca juga: Profil Personil Noah) “Seperti Seharusnya” Terjual Lebih 1 Juta Copy hanya dalam waktu 3 bulan sejak direlease pada 16 September 2012 lalu. Bulan November 2012 kemarin, ”Album NOAH sudah terjual 750 ribu copy kata Santoso, perwakilan Business Development PT Fastfood Indonesia, Tbk.

Dan bulan Desember ini akhirnya Album Noah “Seperti Seharusnya” Terjual Lebih 1 Juta Copy. Pencapaian yang luar biasa untuk NOAH dan sekaligus titik balik bangkitnya industri musik Indonesia.

Pencapaian penjualan seperti ini, selain sebagai prestasi, namun juga melegakan bagi industri musik, karena memberi tendensi membaiknya apresiasi terhadap karya cipta pekerja seni musik, mengingat penjualan CD album di Indonesia sedang menurun akibat derasnya pembajakan yang membuat Indonesia dipandang dunia sebagai salahsatu Negara dengan tingkat pembajakan CD album & Software tertinggi .

Semoga dengan pencapaian ini menandakan industri musik Indonesia bisa berjaya dengan bertambahnya pencinta musik Indonesia yang menghargai karya musisi kesayangannya dengan membeli produk original.

Buat Sahabat NOAH ayo dukung NOAH dengan cara membeli CD Original hanya di KFC dan juga download lagu NOAH secara resmi di iTunes, Musikkamu ataupun Melon serta aktifkan RBT NOAH ya.



Yamaha Gandeng NOAH Jadi ''Brand Ambassador''



You’ll Never Walk Alone -  Kalau Honda punya Nidji, kini Yamaha Indonesia menggandeng grup band NOAH (baca juga: Biografi NOAH) sebagai brand ambassador terbarunya mulai akhir tahun ini. Sebagai awal kerjasama, Yamaha mendukung konser Noah Reborn di 25 kota di seluruh Indonesia dengan menyelenggarakan acara jumpa fans di 10 kota mulai November 2012-Februari 2013.
Lapangan Singkawang, Kalimantan Barat menajdi lokasi pertama diselenggarakannya konser NOAH, hari ini (16/11/2012). Kemarin, Ariel (vokal), Uky (gitar), Lukman (gitar), Reza (drum), David (keyboard) sudah hadir menyapa ratusan penggemar dalam jumpa fans bersama Yamaha di Pontianak, Kalimantan Barat. Pesertanya dipilih melalui acara "meet & greet" atau penunjukan dari dealer setempat. Seluruhnya mendapatkan hadiah menarik dan foto bersama Noah.
”Jika sebelumnya Yamaha pernah menggandeng Ahmad Dhani, Bondan Prakoso, dan artis-artis besar Indonesia lainnya, kali ini Noah merepresentasikan pelayanan dan kepedulian Yamaha terhadap masyarakat,” komentar Sudin, perwakilan dari PT Aneka Makmur Sejahtera dalam rilis yang diterima KompasOtomotif, hari ini.
Setelah Singkawang, tur konser Yamaha bersama Noah di Kalimantan dilanjutkan ke Gelora Pancasila, Sanggau (18 November) ; Stadion Pananjung Parung, Kapuas (30 November) dan Stadion Sananam Mantikan, Palangkaraya (2 Desember). 

Saturday, December 1, 2012

Definisi, Sejarah, dan Cara Bermain Angkung


You'll Never Walk Alone - Hai sobat, kali ini saya akan berbagi informasi tentang kebudayaan asli Indonesia yang sudah diakui UNESCO, yaitu Angklung. Angklung adalah alat musik yang terbuat dari ruas-ruas bambu, cara memainkannya digoyangkan serta digetarkan oleh tangan, alat musik ini telah lama dikenal di beberapa daerah di Indonesia, terutama di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali. Kata Angklung berasal dari Bahasa Sunda “angkleung-angkleungan”yaitu gerakan pemain Angklung dan suara “klung” yang dihasilkannya
dari kiri ke kanan: angklung melodi 2 tabung, angklung melodi 3 tabung, angklung akompanyemen mayor & angklung akompanyemen minor.
Etimologi
Secara etimologis, Angklung berasal dari kata “angka” yang berarti nada dan “lung” yang berarti pecah. Jadi Angklung merujuk nada yang pecah atau nada yang tidak lengkap. Kata Angklung diambil dari cara alat musik tersebut dimainkan.
Filosofi Angklung
Menurut Karuhun Urang Sunda jaman dahulu,kehidupan manusia diibaratkan seperti tabung angklung. Tabung tersebut mempersonifikasikan manusia itu sendiri. Angklung bukanlah sebuah angklung apabila ia hanya terdiri dari satu tabung saja. Itu mengibaratkan layaknya manusia yang tidak dapat hidup sendiri (individu) tetapi juga menggambarkan bahwa manusia hidup bersosialisasi .
Tak hanya itu, tabung angklung yang tediri dari tabung besar dan kecil mengibaratkan perkembangan manusia. Tabung kecil (sebelah kiri) merupakan gambaran manusia yang memiliki cita – cita dan upaya untuk menjadi besar (tabung besar – sebelah kanan). Kedua tabung tersebut mempunyai makna bahwa manusia tahu dan paham akan batasan – batasan dirinya, layaknya kedua tabung angklung yang dibunyikan beriringan menghasilkan harmonisasi, manusia pun berjalan beriringan menciptakan keharmonisasian dalam kehidupan masyarakat.
Bagian – Bagian Angklung
Angklung terdiri dari beberapa bagian
1. Tabung sora yang terdiri dari 2 Tabung
a. Tabung kecil terletak di sebelah kiri dan,
b. Tabung besar yang berada di sebelah kanan
2. Ancak yaitu bagian rangka Angklung yang dibagi menjadi beberapa bagian
c. Jejer bagian dari ancak (rangka angklung)
d. Tabung dasar (bawah)
e. Palang Gantung sebagai penyangga tabung sora

Sejarah Angklung

Pada jaman dahulu kala, instrumen angklung merupakan instrumen yang memiliki fungsi ritual keagamaan. Fungsi utama angklung adalah sebagai media pengundang Dewi Sri (dewi padi/kesuburan) untuk turun ke bumi dan memberikan kesuburan pada musim tanam. Angklung yang dipergunakan berlaraskan tritonik (tiga nada), tetra tonik (empat nada) dan penta tonik (5 nada).  Angklung jenis ini seringkali disebut dengan istilah angklung buhun yang berarti “Angklung tua” yang belum terpengaruhi unsur-unsur dari luar . Hingga saat ini di beberapa desa masih dijumpai beragam kegiatan upacara yang mempergunakan angklung buhun, diantaranya: pesta panen, ngaseuk pare, nginebkeun pare, ngampihkeun pare, seren taun, nadran, helaran, turun bumi, sedekah bumi  dll.

Angklung Tradisional


Angklung Baduy
Tidak diketahui dari mana asal-usul Angklung Baduy dan sejak kapan jenis Angklung ini mulai muncul. Penyebarannya pun tidak terlalu luas. Hal ini diperkirakan karena bentuk pertunjukannya yang monoton dan membosankan bagi yang melihatnya. Pada masyarakat Baduy Jero, Angklung Baduy dipergunakan sebagai kesenian yang mendukung upacara adat tradisional menghormati Sang Hyang Asri atau Dewi Sri sebagai dewi pertanian dan kesuburan. Upacara tersebut dikenal dengan nama ngaseuk pare, yaitu upacara yang dilaksanakan saat penanaman benih padi di ladang, dan upacara ngampihkeun pare, yaitu pada saat mengangkut padi hasil panen ke lumbung.
Angklung Baduy terdiri dari empat buah ancak yang masing-masing disebut king-king, indo, panempas, dan gong-gong. Dog-dog dan bedug berfungsi sebagai pengiring irama lagu dan tempo irama. Para pemain mengenakan pakaian kampret hitam atau putih, lomar, dan iket. Jumlah pemain mencapai lima belas orang, terdiri dari sembilan orang yang memainkan angklung, tiga orang pemain bedug, dan yang lainnya bertindak sebagi penari.
Dalam permainannya, Angklung dan dog-dog mengiringi mereka yang bernyanyi dan menari (ngalagu jeung ngalage). Nyanyian dilakukan dengan cara bersahut-sahutan, sambil menari, dan bergerak berkeliling. Lagu-lagu yang dimainkan antara lain berjudul Ayun-ayunan, Bibi Lenjang, Cik Arileu, Hiah-hiah Panjang, Jari Gandang, Keupat Rendang, Lili-liyang, Nganteh, Ngaseh, Oray-orayan, Pong-pok, Salaela, Yandi Bibi, Ketek-ketek, dan Pileuleuyan.
Angklung Buncis
Angklung Buncis dibuat pertama kali oleh Pak Bonce pada tahun 1795 di Kampung Cipurut, Desa Baros, Arjasari, Bandung. Diceritakan, Pak Bonce yang sehari-hari bekerja sebagai pembubu ikan di sungai, suatu saat mendapati sungai tempat ia menyimpan bubu meluap dilanda banjir. Banjir tersebut menghanyutkan beberapa batang bambu yang kemudian ia bawa pulang dan disimpan di atas tungku. Setelah kering, bambu-bambu tersebut dipukul-pukul dan ternyata menghasilkan bunyi yang bagus dan nyaring. Bambu-bambu tersebut kemudian diolah dan dibuat alat musik Angklung. Angklung tersebut lalu dinamakan Angklung Buncis. Pak Bonce membuat tujuh set Angklung Buncis yang kemudian dijual kepada Aki Dartiam. Oleh Aki Dartiam, Angklung-angklung tersebut lalu dikombinasikan dengan dog-dog dan terompet.
Angklung Buncis dimainkan sebagai kesenian yang mengiringi upacara – upacara rakyat atau acara-acara yang melibatkan orang banyak, di antaranya upacara nginebkeun pare atau mengangkut padi dari sawah ke rumah, upacara heleran atau pawai mengiringi anak khitanan dari rumah anak yang dikhitan ke rumah bengkong (pengkhitan), acara perkawinan, dan dalam menyambut hari-hari besar nasional.
Angklung Gubrag
Pada zaman dahulu, Kampung Cipining, Bogor, diancam oleh bencana kelaparan akibat tanaman padi di ladang-ladang yang tidak tumbuh dengan baik. Penduduk meyakini bahwa musibah tersebut terjadi akibat kemarahan Dewi Sri yang sedang murung karena kurang mendapat hiburan, atau sedang murka kepada penduduk. Penduduk yang juga meyakini bahwa Dewi Sri bersemayam di angkasa kemudian melakukan berbagai usaha untuk mengundang kembali Dewi Sri untuk turun ke bumi dan memberikan berkahnya bagi kesuburan tanaman padi penduduk. Beberapa usaha dilakukan, di antaranya adalah menyediakan sedekah sesajian, mengadakan acara-acara kesenian seperti pertunjukan seruling, pertunjukan karinding, dan lain-lain.
Namun usaha-usaha tersebut tidak membawa hasil. Dewi Sri tetap tidak berkenan turun ke bumi, dan tanaman padi penduduk tetap tidak tumbuh dengan baik. Akhirnya, tampillah kemudian seorang pemuda yang bernama Mukhtar. Ia mengajak kawan-kawannya pergi ke Gunung Cirangsad untuk menebang pohon bambu surat. Bambu tersebut kemudian dikeringkan dan sambil melakukan mati geni selama empat puluh hari, Mukhtar mengolah bambu-bambu tersebut menjadi waditra Angklung. Angklung tersebut lalu disempurnakan dengan ditambahkan dua buah dog-dog lojor. Ia kemudin mengajarkan permainan Angklung kepada penduduk dan mengatur suatu upacara bagi Dewi Sri, dengan mempergunakan kesenian Angklung sebagai media. Ternyata setelah upacara tersebut, tanaman padi penduduk tumbuh dengan baik, subur, dan butir-butirnya pun begitu bernas.
Hal itu diyakini sebagai pertanda bahwa Dewi Sri telah menerima upacara tersebut, dan berkenan turun ke bumi memberikan berkah kesuburannya. Karena Angklung tersebut ternyata mampu memikat Dewi Sri untuk turun dari langit (dalam bahasa Sunda Ngagubrag), Angklung tersebut kemudian dinamakan Angklung Gubrag. Angklung Gubrag dimainkan pada upacara seren taun, yaitu upacara besarbesaran pada akhir tahun panen. Selain itu, Angklung Gubrag juga dimainkan pada upacara-upacara hajatan keluarga, perhelatan hari raya, hari-hari besar nasional, dan acara-acara lain yang menyangkut dan melibatkan orang banyak.
Angklung Bungko
Angklung Bungko terdapat di Desa Bungko yang terletak di perbatasan antara Cirebon dan Indramayu. Angklung Bungko yang pertama dibuat diyakini telah berusia lebih dari 600 tahun. Walaupun begitu, Angklung Bungko pertama masih ada, tersimpan dengan baik, walaupun sudah tidak bernada lagi. Angklung Bungko pertama ini selalu disertakan dalam setiap pergelaran kesenian Angklung Bungko sebagai simbol resminya pergelaran tersebut. Angklung Bungko dilestarikan oleh seorang tokoh masyrakat bernama Syeh Bentong atau Ki Gede Bungko, setelah dipergunakan sebagai kesenian yang mengiringi penduduk Desa Bungko berperang melawan serangan bajak laut. Oleh Ki Gede Bungko, Angklung Bungko kemudian dipergunakan sebagai kesenian yang mendukung penyebaran agama Islam. Selain jenis-jenis Angklung tersebut, masih banyak lagi jenis-jenis Angklung lain yang tersebar di hampir seluruh pelosok daerah Jawa Barat. Tercatat ada Angklung Jinjing yang kerap dimainkan dalam acara-acara hiburan, ada kesenian Angklung tanpa vokal di daerah Kanekes, kesenian Angklung dengan lirik berupa susualan di daerah Panamping, kesenian Angklung Sered di daerah Tasikmalaya yang berupa perlombaan memainkan waditra Angklung bagi anak-anak, dan lainlain.
Salah satu usaha pelestarian dan pengembangan kesenian Angklung tradisional telah dilakukan oleh Udjo Ngalagena melalui program pelatihan kesenian Angklung tradisional di sanggar seni Saung Angklungnya, di mana tiap – tiap peserta pelatihan diharuskan mempelajari dan menguasai dulu Angklung tradisional sebelum melangkah ke pelatihan Angklung modern atau kesenian Sunda lainnya yang telah dimodifikasi.

Angklung Modern (Padaeng)


Pada tahun 1938, Daeng, seorang guru Hollandsch Inlandsche School (HIS) di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, dinilai telah berhasil dengan baik menempatkan kembali kedudukan angklung di tengah-tengah masyarakat dengan melakukan modernisasi alat musik Angklung dari alat yang sederhana dan hanya berskala tangga nada pentatonis menjadi Angklung kompleks yang berskala tangga nada diatonis. Angklung ini kemudian dikenal dengan nama Angklung Daeng atau biasa disebut juga Angklung Padaeng. Angklung Daeng, dilihat dari tata cara memainkan dan skala tangga nadanya, memungkinkan menjangkau repertoar-repertoar lagu populer, tidak saja yang terdapat dalam khasanah musik nasional, tetapi juga musik Barat lainnya.
Daeng sejak kecil sangat menggemari angklung. Pada waktu mengajar di HIS Kuningan, Daeng mempelajari seluk beluk Angklung secara lebih mendalam, termasuk proses pembuatan dan pemeliharaannya dari seorang tokoh pembuat angklung yang bernama Pak Djaja. Daeng yang saat masih belajar di Kweekschool mempelajari musik Barat, kemudian mencoba membuat Angklung yang mempergunakan skala tangga nada diatonis. Daeng menganggap Angklung yang berskala diatonis cenderung lebih komunikatif untuk diajarkan di sekolah-sekolah. Di samping itu, masyarakat luas telah lebih mengenal skala tangga nada diatonis dibandingkan skala tangga nada pentatonis.
Dengan bantuan Pak Djaja, Daeng berhasil membuat satu set Angklung diatonis yang kemudian diperkenalkan pertama kali kepada anak-anak Pramuka dimana Daeng sendiri bertindak sebagai pembina. Alat musik tersebut kemudian dengan cepat diterima menjadi sarana kesenian dalam kehidupan kelompok Pramukanya, terutama dalam pertemuan-pertemuan kepramukaan dan perkemahan. Sementara itu, Angklung Padaeng di Kuningan mulai terkenal secara luas di berbagai kalangan. Pada tahun 1946 grup kesenian Angklung Daeng dipercaya mempertunjukan kebolehannya pada acara hiburan dalam Perundingan Linggar Jati. Pada tahun 1950, Daeng pindah ke Bandung dan mengajar di SMPN 2 Bandung. Selama di Bandung pula, Daeng mengembangkan Angklung diatonis dan diberikan kehormatan untuk menampilkannya dalam acara kesenian Konferensi Asia Afrika tahun 1955.
Perbedaan Angklung tradisional dengan Angklung Daeng, selain dalam skala tangga nada, juga terdapat dalam cara memainkannya. Angklung tradisional merupakan Angklung renteng yang dimainkan oleh seorang pemain saja, sedangkan Angklung daeng dibuat untuk dimainkan bersama, di mana setiap pemain memainkan hanya satu nada saja, dan harmoni lagu dapat dicapai dengan kerjasana yang rapi antara para pemain. Sebagai seorang guru, Daeng melihat hal tersebut sebagai sesuatu yang positif untuk pendidikan, terutama dalam pendidikan pembentukan watak. Tampak dalam permainan Angklung sifat-sifat bekerja sama, disiplin, kecermatan, keterampilan, dan rasa tanggung jawab. Demikian pula mengenai hal-hal yang merupakan dasar-dasar pokok dalam pendidikan musik, seperti membangkitkan perhatian terhadap musik, menghidupkan musik, dan mengembangkan musikalitas, melodi, ritme, dan harmoni.
Daeng Sutigna tidak saja berhasil memperkaya khazanah alat musik Angklung, yang sebelumnya hanya berlaraskan tangga nada tradisional (pentatonis), menjadi bertambah dengan adanya Angklung berlaraskan diatonis kromatis, tetapi Bapak Daeng juga sangat berjasa di dalam pengembangannya menjadi perangkat musik modern, yang meliputi melodi seluas 3½ oktaf, dilengkapi dengan Angklung akor atau akompanyemen (besar dan kecil), untuk mengiringi alat musik Angklung tersebut.
Angklung melodi memiliki nomor untuk setiap angklung, yang akan dikonversikan menjadi nada tertentu, sesuai dengan nada dasar yang dipergunakan. Sedangkan angklung pengiring / akompanyemen telah mempunyai akor yang tetap, dan tidak akan berubah meskipun lagu yang dimainkan memiliki nada dasar yang berbeda. Secara garis besar, pembagian Angklung Padaeng adalah seperti tertera di bawah ini :

Perkembangan Angklung di Indonesia


Sebuah Keajaiban Angklung
Hal lain adalah pengembangan nilai-nilai yang berarti dalam didikan seni suara seperti:
  • Membangkitkan perhatian terhadap musik.
  • Menghidupkan musikalitas.
  • Mengembangkan rasa ritme, melodi, harmoni, dan lain-lain.
  • Hal lain yang tidak kalah penting adalah:
  • Pengembangan intelegensi.
  • Kreativitas, disiplin.
  • Sarana penyaluran emosi, ekspresi untuk kebahagian dalam bermain musik.
  • Serta melatih koordinasi gerak tubuh saat mengikuti irama musik dala rangka pengembangan syaraf psikomotorik.
  • Bahkan saat ini, di beberapa pusat kesehatan telah ditemukan penelitian bahwa angklung dapat menjadi terapi penyembuhan seperti yang diungkapkan di atas mengenai pengembangan syaraf psikomotorik.
  • Lebih jauh, melalui kesenian tradisional diharapkan akan dapat merangsang idealisme dan minat generasi muda terhadap eksistensi kesenian tradisional Sunda dan pelestarian lingkungan hidup.
Hal tersebut menurut bahasa kami, merupakan “Sebuah Keajaiban Angklung”.
Angklung & Character Building
Angklung dari sekian pesona dan daya tariknya, memiliki efek samping lain yang baik pula karena beberapa manfaat nyatanya adalah: Melalui kesenian angklung, diharapkan akan dapat menumbuhkan nilai-nilai baik yang terdapat didalamnya, terutama dalam character-buliding, seperti:
Kerja sama, Gotong Royong, Disiplin, Kecermatan, Ketangkasan, Tanggung jawab dan lain-lain.

Cara Bermain Angklung

Hal – hal dibawah ini merupakan cara memegang, menggetarkan dan memainkan angklung yang selama ini dianggap paling tepat.
  • Posisi angklung adalah tabung yang tinggi berada di sebelah kanan pemain, dan yang kecil berada di sebelah kiri, dengan posisi lurus, tidak miring.
  • Tangan kiri pemain memegang angklung pada bagian simpul atas angklung dan tangan kanan memegang angklung pada bagian bawah angklung. Posisi tangan kiri dapat menggenggam ke arah bawah maupun ke arah atas. Kedua tangan diharapkan dalam posisi lurus.
  • Tangan yang bertugas menggetarkan angklung adalah tangan kanan, sedangkan tangan kiri hanya memegang angklung, tidak turut digerakkan. Gerakan tangan kanan adalah arah kanan ke kiri, dan gerakan dilakukan dengan cepat dari pergelangan tangan
  • Apabila pemain memegang lebih dari satu angklung, maka angklung yang berukuran lebih besar ditempatkan lebih dekat dengan tubuh. Apabila ukurannnya cukup besar, angklung dapat kita masukkan ke dalam lengan pemain. Kalau kecil, angklung tetap dipegang dengan jari, tetapi harus tetap ada jarak antar angklung sehigga tidak saling bersinggungan.
Memainkan angklung ada beberapa cara:
1. Getaran panjang
Angklung digerakan panjang sesuai dengan nilai nada yang dimainkan, sehingga nada dimainkan secara sambung menyambung.
2. Staccato
Angklung tidak digetarkan seperti biasanya, tetapi dengan cara dicetok, sehingga menghasilkan bunyi yang pendek. Biasanya cara memegang angklung untuk menghasilkan bunyi seperti ini adalah dengan sedikit memiringkan angklung dan tabung dasar kanan angklung dipukulkna ke tangan kanan.
3. Tengkep
Cara ini dimainkan dengan menahan atau menutup tabung kecil sehingga tidak ikut berbunyi. Getaran untuk cara ini tetap panjang dan disambungkan. Cara ini dilakukan jika ingin menghasilkan suara yang lebih halus.
Terima kasih sudah membaca artikel tentang "Definisi, Sejarah, dan Cara Bermain Angkung". Semoga bermanfaat.
Sumber: angklung-udjo.co.id